CONTOH PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN COMPUTATIONAL THINKING


Studi Kasus 1: Menghitung Pengeluaran Uang Jajan dalam Seminggu

Seorang siswa SMA ingin mengelola uang jajannya dengan lebih baik. Ia mendapatkan uang saku Rp20.000 per hari dari orang tuanya. Namun, ia merasa sering kehabisan uang sebelum akhir minggu dan ingin mengetahui bagaimana cara mengatur pengeluarannya dengan lebih efisien.

Ia mencatat pengeluarannya selama 7 hari sebagai berikut:

Hari Pengeluaran (Rp)
Senin 18.000
Selasa 22.000
Rabu 19.500
Kamis 21.000
Jumat 17.000
Sabtu 25.000
Minggu 15.000

Dari data tersebut, siswa ingin mengetahui:

1) Total pengeluaran selama seminggu

2) Apakah uang sakunya cukup?

3) Berapa sisa atau kekurangan uangnya?

Penyelesaian dengan Computational Thinking:
1. Dekomposisi

Memecah masalah menjadi bagian-bagian kecil:

  • Input:
    • Uang saku per hari = Rp20.000
    • Pengeluaran harian selama 7 hari
  • Proses:
    • Hitung total uang saku dalam seminggu
    • Hitung total pengeluaran
    • Bandingkan uang saku dengan total pengeluaran
  • Output:
    • Apakah uang saku cukup atau kurang?
    • Berapa sisa atau kekurangan uangnya?
2. Pengenalan Pola
  • Setiap hari siswa mendapatkan jumlah uang yang sama (Rp20.000)
  • Total uang saku dalam seminggu:
    20.000 x 7 = 140.000
  • Total pengeluaran selama seminggu:
    18.000 + 22.000 + 19.500 + 21.000 + 17.000 + 25.000 + 15.000 = 137.500
  • Perbandingan:
    • Uang saku = Rp140.000
    • Pengeluaran = Rp137.500
    • Sisa uang = 140.000 - 137.500 = Rp2.500
3. Abstraksi
  • Tidak perlu mempertimbangkan detail kecil seperti barang yang dibeli.
  • Fokus hanya pada angka uang saku, pengeluaran harian, dan selisihnya.
4. Algoritma
  • Tentukan uang saku per hari dan jumlah hari dalam seminggu.
  • Hitung total uang saku dalam seminggu.
  • Hitung total pengeluaran selama seminggu dengan menjumlahkan semua pengeluaran harian.
  • Bandingkan total uang saku dengan total pengeluaran.
  • Jika uang saku lebih besar atau sama dengan pengeluaran, hitung sisa uang. Jika tidak, hitung kekurangannya.
  • Cetak hasil.
Kesimpulan dan Analisis:
  • Siswa masih memiliki sisa uang Rp2.500 dalam seminggu, artinya uang saku cukup.
  • Namun, pada hari Sabtu, pengeluaran lebih besar dari uang saku harian (Rp25.000 > Rp20.000).
  • Untuk mengelola uang lebih baik, siswa bisa mencoba mengurangi pengeluaran pada hari-hari tertentu agar tetap memiliki tabungan.

Studi Kasus 2: Menentukan Jarak yang Ditempuh Mobil

Rak Buku di Perpustakaan

Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan tetap 60 km/jam dari Kota A ke Kota B. Jika jarak antara kedua kota adalah 180 km, berapa waktu yang dibutuhkan mobil untuk mencapai Kota B?

Penyelesaian dengan Computational Thinking:
1. Dekomposisi
  • Menentukan informasi yang diberikan
    • Kecepatan mobil = 60 km/jam
    • Jarak antara Kota A dan Kota B = 180 km
  • Menentukan hubungan antara waktu, jarak, dan kecepatan menggunakan rumus:

    Waktu = Jarak / Kecepatan

  • Menghitung waktu tempuh.
2. Pengenalan Pola
  • Jika kecepatan tetap, maka semakin jauh jarak yang ditempuh, semakin lama waktu yang dibutuhkan.
  • Hubungan antara jarak dan waktu berbanding lurus, artinya jika jarak dikalikan 2, maka waktu juga dikalikan 2.
3. Abstraksi
  • Kita abaikan faktor eksternal seperti kondisi jalan, lalu lintas, dan istirahat.
  • Fokus hanya pada hubungan matematis antara kecepatan, jarak, dan waktu.
4. Algoritma
  • Ambil nilai jarak = 180 km.
  • Ambil nilai kecepatan = 60 km/jam.
  • Hitung waktu dengan rumus:

    Waktu = 180 / 60 = 3 jam

  • Tampilkan hasil.
Kesimpulan:

Mobil membutuhkan waktu 3 jam untuk sampai di Kota B.